Harapan yang Tak Pernah Pupus, Menghapus Genosida di Palestina

Harapan yang Tak Pernah Pupus, Menghapus Genosida di Palestina 

 

Hujan yang menyelimuti langit Gambir, Jakarta Pusat pukul 14.00 bukan jadi halangan bagi ratusan orang untuk memadati Gedung Kedutaan Besar Amerika pada Jumat terakhir di bulan Ramadan, (5/4/2024).

 

"Free free Palestine!" 

“Free free Palestine!”

“Free free Palestine!”

 

Anak kecil, remaja, hingga lansia meneriakkan harapan untuk kebebasan Palestina dalam Aksi Hari Internasional Alquds siang itu. Gemuruh suara mereka terdengar hingga radius 1 kilometer.

 

Orasi dilantangkan di atas truk. Sebuah panggung sederhana yang dibangun dari rangka besi dan terpal seolah jadi takhta para orator mengecam Amerika dan Israel yang masih melancarkan aksi genosida kepada Palestina. 

 

"Free free Palestine!" 

“Free free Palestine!”

“Free free Palestine!”

 

Sorakan yel-yel kembali bergemuruh, membakar semangat peserta aksi. Sekitar seribu peserta hadir dalam satu payung organisasi, Barisan Aliansi Restistensi Al Aqsha (Baraq).

 

Di seberang panggung, seorang aktor memainkan tetrikal yang menggambarkan hari-hari tragis di Palestine: Seorang ibu hamil diperkosa tentara Israel.

 

Sementara air mata darah mengucur dari kedua matanya, sesosok mayat bayi tergeletak di depan sang aktor.

 

“Setelah puas memperkosa, tentara Israel membunuh wanita itu dan juga janinnya.”

 

Sebuah poster dibentangkan Rachiel Heykal (19), mendeskripsikan keseluruhan alur cerita dalam aksi teatrikal mereka.

 

“Kita tahu persis bahwa Israel berani memperkosa dan membunuh ibu hamil, menandakan ketidakmanusiaan mereka di luar nalar,” ungkap sang aktor, Mousha Heykal (23). 

 

Nada bicaranya tercekat, terasa menahan marah sekaligus sedih bersamaan. 

 

“Saya dan adik (Rachiel) ikut aksi ini murni atas kemauan sendiri, sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.”

 

Mousha menyiapkan konsep teatrikal selama sepuluh hari. Sementara keikutsertaannya dalam aksi Hari Alquds dan aksi bela Palestina sudah dilakukan sejak tahun 2014. 

 

Caption

 

Poster001

Massa aksi Hari Alquds dan aksi bela Palestina memamerkan poster bela Palestina ke arah jalan, Jumat (5/4/2024).

 

Spanduk001

Sejumlah peserta aksi Hari Alquds dan aksi bela Palestina membentangkan spanduk bela Palestina, Jumat (5/4/2024).

 

Teatrikal001

Seorang aktor perempuan melakukan teatrikal di Hari Alquds dan aksi bela Palestina, memerankan ibu hamil di Palestina yang diperkosa dan dibunuh oleh tentara Israel, Jumat (5/4/2024).

 

Balon001

Balon-balon menyerupai warna bendera Palestina meriahkan aksi Hari Alquds bela Palestina, Jumat (05/04/2024).

 

Lukisan001

Karikatur Benjamin Neyatahu, Perdana Menteri Israel diinjak massa Hari Alquds dan bela Palestina sebagai representasi kekesalan massa terhadap Israel, Jumat (05/04/2024).

 

Panggung002

Orator melontarkan jargon yang diikuti peserta aksi Hari Alquds dan bela Palestina di atas panggung truk, Jumat (05/04/2024).

 

Massa001

Salah satu massa Hari Alquds dan bela Palestina menggunakan pakaian dengan sablon kalimat bela Palestina, Jumat (05/04/2024).